PAPER Suhu Semakin tinggi suhu pada suatu lingkungan

PAPER

MENGENAI KOROSI DAN PENGENDALIAN
DIDALAM INDUSTRI

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

(Cooling Tower)

 

 

 

 

 

 

Disusun
oleh :

DEA RAMA SAVITRI

NIM : 1524301020

KELAS : 3C/TKI

 

 

JURUSAN
TEKNIK KIMIA

PRODI
TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI

POLITEKNIK
NEGERI LHOKSEUMAWE

2017

ABSTRAK

 

1.    
LANDASAN
TEORI

 

A.  Pengertian korosi

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Kasus
korosi merata yang terjadi pada baut

(Source
: PPT Bentuk-bentuk Korosi Oleh Dr.Ir.Irwan M.T)

 

Korosi
adalah proses perusakan material (logam) akibat suatu reaksi atau kontak
langsung dengan lingungan, misalnya air dan udara. Korosi atau yang biasa
disebut dengan karat (karatan) merupakan proses alamiah yang terjadi pada
hampir semua bahan jenis logam, seperti besi. Tetapi ada juga jenis logam yang
tidak mengalami korosi, seperti emas, yang sama sekali tidak mengalami korosi. Kerugian
yang ditimbulkan oleh korosi bisa berupa penurunan kekuatan material dan biaya
perbaikan akan lebih tinggi dari perkiraan.

 

Oleh
karena korosi adalah suatu proses alamiah yang mana tidak dapat dicegah maupun
dihindari prosesnya. Mengendalikan korosi adalah solusi paling hemat. Pengendalian
korosi bertujuan untuk memperlambat terjadinya proses korosi. Dengan demikian kerugian
yang dapat disebabkan oleh korosi dapat di perkecil.

Dalam
kegiatan, biasanya pengendalian korosi adalah bagian dari perawatan pada
peralatan. Perawatan ini sangat berpengaruh terhadap kinerja dan umur dari
peralatan tersebut.

 

B.      
Syarat
Terjadinya Korosi

Korosi
hanya bisa terjadi jika adanya 4 hal ini:

1.      Adanya
anoda

Anoda
berfungsi sebagai tempat korosi terjadi dan melepaskan elektron.

2.      Adanya
katoda

Katoda
berfungsi sebagai tempat korosi terjadi dan menerima elektron.

3.      Adanya
lingkungan

Lingkungan
berfungsi sebagai pemberi kondisi bagi anoda dan katoda sehingga terjadi proses
korosi.

 

C.     
Faktor-faktor
Yang Mempengaruhi Terjadinya Korosi

Beberapa
faktor umum yang mempengaruhi terjadinya korosi adalah:

1.      Suhu

Semakin
tinggi suhu pada suatu lingkungan akan membuat proses terjadinya korosi semakin
cepat.

2.      pH

semakin
besar pH maka akan semakin cepat laju korosi terjadi. Dimana pH yang bersifat netral
adalah 7, yang bersifat asam adalah < 7, dan yang bersifat basa adalah >
7.

3.      Oksigen

Okseigen
yang terdapat dalam udara yang lembab dapat menyebbkan korosi pada permukaan
suatu logam.

 

D.     
Mekanisme
Korosi

Korosi
merupakan perusakan pada logam, yang terjadi akibat adanya reaksi oksidasi dan
reduksi, korosi terjadi karena adanya pengaruh lingkungan yang korosif,
sehingga menyebabkan logam tersebut 
terkorosi.  

Korosi
merupakan suatu proses elektrokimia, yaitu proses perubahan yang melibatkan
adanya aliran listrik. Dimana salah satu bagian dari logam berlaku sebagai
kutub negatif (anoda) dan bagian lain sebagai kutub positif (katoda). anoda
akan melepaskan elektron dan penangkapan elektron akan dilakukan oleh katoda. daerah
yang lebih mudah terkorosi berarti berperan sebagai anoda, karena pada dasarnya
anoda akan lebih mudah terkorosi yang disebabkan oleh potensialnya yang lebih
rendah jika dibandingkan dengan katoda.

 

2.    
KARAKTERISTIK
KOROSI

Korosi
adalah proses degradasi mateial akibat kontak dengan lingkungan yang bereaksi
secara kimiawi. Dimana logam mengalami reaksi oksidasi dan udara mengalami
reaksi reduksi.

 

Secara garis besar korosi ada 2
macam, yaitu:

 

1.  
Korosi Merata

Korosi
merata adalah jenis korosi yang sering dijumpai. Korosi meratakan merupakan
proses yang berlangsung pada seluruh permukaan besi/logam.

 

2.  
Korosi setempat  

a.  
Korosi galvanis

Korosi
galvanis adalah korosi yang terjadi jika dua buah logam yang berbeda tersambung
melalui elektrolit. Dimana salah satunya akan terserang korosi dan satunya lagi
tidak. Ini juga disebut dengan anoda tumbal.

 

  

 

b.  
Korosi celah

Korosi
ini terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi oksigen di dalam dan diluar
celah.

 

c.   
Korosi sumuran

Korosi
sumuran terjadi karena komposisi logam yang tidak homogen sehingga menimbulkan
korosi lokal yang membentuk cekungan atau sumur-sumur.

 

d.  
Korosi erosi

Korosi
erosi disebabkan oleh fluida, yang mana jika fluida dengan kecepatan aliran
tinggi akan akan mengalami laju korosi yang tinggi pula, sehingga dapat
mengikis lapisan pelindung logam.

 

e.   
Korosi intergranular

Korosi
ini terjadi pada batas butir akibat adanya segresi dari unsur pasif.

f.    
Korosi retak tegang

Dimana
korosi terjadi akibat perubahan bentuk logam karena mengalami perlakuan khusus,
misalnya diregang,dibengkokkan, dan lain-lain.

 

g.  
Korosi Hidrogen

Korosi
ini disebabkan oleh reaksi antara hidrogen dan logam baja.

 

h.  
Korosi lelah

Korosi
ini terjadi karena logam terus menerus diberikan beban hingga terjadi kelelahan
pada logam.

 

3.     
PENGENDALIAN
KOROSI SECARA UMUM

Dalam
hal teori, proses terjadinya korosi tidak mungkin dicegah secara penuh. Hal tersebut
adalah karena korosi merupakan hal yang terjadi secara alamiah.  Namun, harus dilakukan cara untuk
mengendalikan korosi secara maksimal.

Adapun
dasar – dasar metode dari pengendalian korosi :

a.  
Pengendalian
korosi dengan metode pelapisan

Metode
ini dilakukan dengan cara melapisi logam dengan berbagai macam cara,misalnya :

 

1.   Pengecatan

Pengecatan
dilakukan pada logam sebagai bentuk untuk melindungi logan tersebut dari kontak
langsung dengan air dan udara luar yang lembab. Akan tetapi itu tidak berlaku
apabila terdapat bagian dari logam yang tidak di cat. Karena cat hanya akan
melindungi bagian yang dicat saja dan tidak pada bagian yang tidak dicat.

2.   Chrome
plating

Krom
memberikan lapisan yang bagus pada logam. Dimana logam akan menjadi mengkilap
setelah dilapisi dengan krom. Perlindungan yang diberikan pun amat baik, karena
krom tetap dapat memberikan perlindungan meskipun lapisan krom tersebut telah
rusak.

3.   Tin
plating

Tin
atau yang biasa disebut timah merupakan jenis logam yang tahan karat. Tin atau
timah akan memberikan perlindungan pada logam selama lapisan timah itu sendiri
masih utuh. Jika adanya goresan pada lapisan, maka timah itu sendiri akan
mempercepat proses terjadinya korosi pada logam

4.   Pelapisan
dengan seng

Seng
dapat melindungi logam dengan sangat baik karena meskipun seng tersebut sudah
rusak, logam yang dilindungi oleh seng tetap terjaga dari proses korosi.

 

b.  
Metode
megisolasi logam dari lingkungan

Metode
ini dilakukan dengan cara memisahkan penyimpanan logam sedemikian rupa agar
tidak berinteraksi dengan logam.

 

c.   
Mencegah
kontak langsung dua material yang tidak sejenis

Mencegah
agar logam tidak bersentuhan dengan zat asam yang dapat menyebabkan proses
korosi terjadi secara cepat.

d.  
Metode
perlindungan anodik dan katodik.

Metode
ini biasanya digunakan pada logam yang di letakkan didalam tanah.

 

4.   
PENGENDALIAN
KOROSI PADA PERALATAN COOLING TOWER

Korosi
biasanya akan terjadi pada sistem pendingin (cooling tower) pada sebuah pabrik
industri. Hal tersebut terjadi karena sistem pendingin sering teroksidasi
dengan  dan udara, sehingga mudah sekali terjadi
korosi atau yang biasa sering disebut pengkaratan.

 

A.  Komponen
– komponen pada sistem pendingin yang biasanya terkena korosi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR
PUTAKA

 

1.       
Adi Mulyadi,Dkk. 2014. Mekanisme
Korosi. Universitas Islam Nusantara: Bandung. Tidak Di Terbitkan.

2.       
Budi Utomo. (2009). Jenis Korosi
Dan Penanggulangannya. Journal Kapal, Vol. 6, No.2, Juni 2009, Hal: 138 – 141

3.       
Irwan. Ppt Bentuk-Bentuk Korosi.
Politeknik Negeri Lhokseumawe, Lhokseumawe

4.       
Irwan. Ppt Dasar-Dasar Korosi.
Politeknik Negeri Lhokseumawe, Lhokseumawe

5.       
Irwan. Ppt Pengenalan Korosi.
Politeknik Negeri Lhokseumawe, Lhokseumawe

6.       
M. Fajar Sidiq. (2013). Analisa
Korosi Dan Pengendaliannya. Journal Foundry Vol.3, No.1, April 2013 Hal: 26 –
27.

7.       
Novi Tri .N,Dkk. 2014. Korosi Suatu
Material. Journal Sains Dan Teknologi, Universitas Airlangga. Hal. 1-2.

8.       
Rochim Suratman. (2001).
Karakteristik Korosi Alumunium Dan Baja Tahan Karat. Journal Sains Dan
Teknologi Nuklir Indonesia, Vol.11, No.1, Februari 2001, Hal: 27-29