SDGs Fenomena ini sering kita temukan dalam

SDGs (Sustainable Development Goals)

“Islam Memandang Kemiskinan”

Your time is important. Let us write you an essay from scratch
100% plagiarism free
Sources and citations are provided


Get essay help

Makalah ini disusun dalam
rangka memenuhi salah satu tugas

mata kuliah TPB (Tahap
Pembelajaran Bersama).

Disusun
oleh:

Ilham
Ikhlas Adypratama
150610170024

 

Agribisnis

Fakultas Pertanian
Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung – Sumedang KM 21 Jatinangor Kab. Sumedang

2017

 

Daftar Isi

 

KATA PENGANTAR. i

A.     Latar
Belakang. 1

B.      Rumusan
Masalah. 1

C.      Tujuan. 1

BAB 2  PEMBAHASAN.. 2

A.     Pengertian
Kemiskinan. 2

B.      Penyebab
Kemiskinan. 3

C.      Dampak
Kemiskinan. 4

D.     Solusi
Kemiskinan. 5

BAB III  KESIMPULAN DAN SARAN.. 7

DAFTAR PUSTAKA.. 7

KATA
PENGANTAR

Puji
dan Syukur kehadirat Allah Ta’ala, yang telah memberikan petunjuk-Nya, sehingga
saya dapat membuat makalah yang berjudul “ISLAM DALAM MEMANDANG KEMISKINAN”.

Dengan
membuat makalah ini, bertujuan untuk memahamami materi dan memenuhi tugas akhir
mata kuliah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tentang No Poverty. Karena itu saya mengucapkan banyak terimakasih kepada
semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Disisi
lain, bahwa adanya kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata
bahasanya. Maka dari itu saya mengharapkan saran dan kritik dari pembaca supaya
saya dapat memperbaiki dan menyempurnakan makalah ini.

Akhir
kata saya sebagai penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan
menjadi pencerah dalam membangun nusa dan bangsa bagi para pembaca dan bagi
diri saya sendiri.

 

 

 

 

 

 

Bandung, 3 Januari 2018

 

Ilham Ikhlas Adypratama

BAB I  
PENDAHULUAN

A.   
Latar Belakang

 

Kita sudah tidak asing lagi dengan istilah
kemiskinan. Fenomena ini sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari bahkan
bagi sebagian orang sudah merasakan yang namanya kemiskinan. Sebenarnya apa
saja yang menyebabkan seseorang atau rumah tangga itu disebut miskin? Bagaimana
seseorang bisa menjadi miskin padahal tadinya kaya raya? Apa solusi yang dapat
kita lakukan untuk meminimalisir bahkan menhapuskan kemiskinan?

Tentunya pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas
dapat dijawab baik secara umum maupun dengan pandangan agama. Sebagai agama
penyempurna agama-agama sebelumnya,agama satu-satunya yang diridhoi Allah
SWT,Islam menyediakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seputar masalah
kehidupan termasuk kemiskinan. Al-qur’an sebagai kitab suci agama Islam dan
hadits merupakan pedoman dan sumber dari segala sumber ilmu,hukum dan aturan dalam
menjalankan kehidupan. Untuk itu,penulis akan menguraikan kemiskinan dalam
perspektif agama Islam.

 

B.    
Rumusan Masalah

1.      Apa
pengertian kemiskinan?

2.      Apa
saja penyebab kemiskinan?

3.      Apa
dampak yang ditimbulkan kemiskinan?

4.      Bagaimana
islam memberikan solusi untuk mengurangi kemiskinan?

 

 

C.    
Tujuan

Sesuai dengan rumusan masalah di atas,makalah ini
disusun dengan tujuan untuk mengetahui :

 

1.      Pengertian
kemiskinan

2.      Penyebab
kemiskinan

3.      Dampak
yang ditimbulkan dari kemiskinan

4.      Solusi
islam terhadap kemiskinan

 

BAB 2
PEMBAHASAN

A.   
Pengertian Kemiskinan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “miskin”
diartikan sebagai tidak berharta benda; serba kekurangan (berpenghasilan
rendah). Sedangkan dari bahasa aslinya (Arab) kata miskin terambil dari kata
sakana yang berarti diam atau tenang.

Secara
umum,kemiskinan diartikan sebagai  keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk
memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan,pakaian,tempat tinggal,pendidikan,dan
kesehatan.

 

Dalam agama islam,Allah SWT tidak menjadikan
seseorang itu miskin,melainkan dengan keadaan cukup.

Sesuai
dengan firman Allah SWT dalam Al-qur’an surat An-Najm ayat 48 yang artinya :

 

“dan
sesungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan kecukupan” (QS.An-Najm;48)

 

Banyak orang yang menyalah artikan lawan kata dari
“kaya” adalah “miskin”. Miskin merupakan keadaan dimana kita merasa selalu
kekurangan dengan apa yang kita miliki padahal cukup untuk bertahan hidup. Sebagai
seorang muslim kita seharusnya berpatokan kepada Nabi Muhammad saw dalam menjalani
kehidupan. Rasulullah saw selalu merasa cukup dan sederhana dalam menggunakan
harta dunia. Menurut beliau, orang yang saat ini memiliki persediaan makanan
untuk satu hari kedepan sudah termasuk orang kaya. Orang yang cukup adalah
orang yang dengan rezeki saat itu bisa membuatnya hidup dan bisa beribadah
kepada Allah SWT. Karena belum tentu orang kaya dengan segala persediaanya akan
hidup esok hari.

Islam tidak menjadikan banyaknya harta sebagai tolok
ukur kekayaan, karena kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati dan
kepuasannya. Sebuah lingkaran  betapa pun
kecilnya adalah sama dengan 360 derajat, tetapi betapapun besarnya, bila tidak
bulat, maka ia pasti kurang dari angka tersebut. Karena itu, Islam mengajarkan
apa yang dinamai qann’ah, namun itu bukan berarti menerima apa adanya, karena
seseorang tidak dapat menyandang sipat qana’ah kecuali setelah melalui beberapa
tahap:

 

ü  Menginginkan
kepemilikan sesuatu.

ü  Berusaha
sehingga memiliki sesuatu itu, dan mampu menggunakan apa yang diinginkannya
itu.

ü  Mengabaikan
yang telah dimiliki dan diinginkan itu secara suka rela dan senang hati

ü  Menyerahkannya
kepada orang lain, dan merasa puas dengan apa yang dimiliki sebelumnya.

 

B.    
Penyebab Kemiskinan

Kemiskinan
secara umum yang orang lain ketahui disebabkan oleh:

1.      Penyebab
individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari
perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;

2.      Penyebab
keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;

3.      Penyebab
sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan
sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;

4.      Penyebab
agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk
perang, pemerintah, dan ekonomi;

5.      Penyebab
struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari
struktur sosial.

Kemiskinan
menurut Islam disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya :

1.      Keterbatasan
untuk berusaha

“(Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang
fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) dijalan Allah,sehingga dia yang
tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu,menyangka bahwa
mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta).
Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya,mereka tidak meminta secara
paksa kepada orang lain. Apapun harta yang baik yang kamu
infakkan,sungguh,Allah Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah/2: 273)

2.      Penindasan

 

Harta
rampasan itu juga) untuk orang-orang fakir yang berhijrah yang terusir dari
kampung kalamannya dan meninggalkan harta bendanya demi mencari karunia dari
Allah dan keridhoan-Nya dan (demi) menolong (agama) Allah dan Rasul-Nya. Mereka
itulah orang-orang yang benar.” (QS Al-Hasyr/59: 8)

 

3.      Cobaan
Tuhan

 

“Dan
sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau,
kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan
kesengsaraan,agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati.”(QS
Al-An’am/6: 42)

 

4.      Pelanggaran
terhadap hukum-hukum Tuhan

 

“Dan
(ingatlah), ketika kamu berkata,” Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan)
dengan satu macam makanan saja maka mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar
Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi,seperti sayur-mayur,mentimun,bawang
putih,kacang adas,dan bawang merah.” Dia (Musa) menjawab,”Apakah kamu meminta
sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah ke suatu kota,
pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta.” Kemudian,mereka ditimpa
kenistaan dan kemiskinan dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah.
Hal itu (terjadi) karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para
nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan
melampaui batas.” (QS Al-Baqarah/2: 61)

 

C.    
Dampak Kemiskinan

Beberapa dampak yang ditimbulkan dari adanya
kemiskinan yaitu kriminalitas, kekerasan dalam rumah tangga, perampokan,
patologi, dan lain sebagainya. Dimana semua itu semakin hari semakin meningkat intensitasnya
di sekitar kita. Tak mudah seperti membalikkan telapak tangan untuk mengatasi
kemiskinan. Diperlukan semua segi, di antaranya ekonomi, kesehatan, pendidikan,
kebudayaan, teknologi, dan ketenagakerjaan. Selain itu ada segi lain yang tak
boleh kita lupakan juga dalam mengatasi masalah ini, yaitu agama.

 

 

 

 

D.   
Solusi Kemiskinan

Kemiskinan dan pengentasannya termasuk persoalan
kemasyarakatan, yang faktor penyebab dan tolok ukur kadarnya, dapat berbeda
akibat perbedaan lokasi dan situasi. Karena itu Al-Quran tidak menetapkan
kadarnya, dan tidak memberikan petunjuk operasional yang rinci untuk
pengentasannya.

Dalam
rangka mengentaskan kemiskinan, Al-Quran menganjurkan banyak cara yang harus
ditempuh, yang secara garis besar dapat dibagi pada tiga hal berikut.

 

1.      Bekerja
/ Berusaha

Kerja
dan usaha merupakan cara pertama dan utama yang ditekankan oleh Kitab Suci
Al-Quran.

 

 “Apabila engkau telah menyelesaikan satu
pekerjaan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (pekerjaan yang lain, agar jangan
menganggu), dan hanya kepada Tuhanmu sajalah hendaknya kamu mengharap.” (QS
Alam Nasyrah/94: 7-8).

 

Rasulullah
Saw. juga pernah bersabda: “Salah seorang di antara kamu mengambil tali, kemudian
membawa seikat kayu bakar di atas punggungnya lalu dijualnya, sehingga ditutup
Allah air mukanya, itu lebih baik daripada meminta-minta kepada orang, baik ia
diberi maupun ditolak.” (HR Bukhari).

 

Kalau
di tempat seseorang berdomisili, tidak ditemukan lapangan pekerjaan. Al-Quran
menganjurkan kepada orang tersebut untuk berhijrah mencari tempat lain.

 

“Dan barangsiapa
berhijrah di jalan Allah niscaya mereka mendapat di muka bumi tempat yang luas
lagi rezeki yang banyak…” (QS Al-Nisa’/4: 100).

 

2.      Mengeluarkan
Zakat / Sedekah

Allah
SWT menyebut kata zakat dalam 35 ayat, yaitu ayat suci Al-qur’an. Ini merupakan
penekanan bahwa peranan zakat sangatlah penting dalam keberlangsungan hidup
hamba-Nya, baik untuk kemaslahatan di dunia maupun sebagai bekal kelak di
akhirat.

“Dan laksanakanlah
sholat,tunaikanlah zakat,dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk” (QS
Al-Baqarah/1: 43)

 

Sesungguhnya zakat itu
hanyalah untuk orang-orang fakir,orang miskin,amil zakat,yang dilunakkan
hatinya (mualaf),untuk (memerdekakakn) hamba sahaya,untuk (membebaskan) orang
yang berutang,untuk jalan Allah,dan untuk orang yang sedang dalam
perjalanan,sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui,Maha Bijaksana.”
(QS At-Taubah/9:60)

 

3.      Peran
Pemerintah

Pemerintah juga berkewajiban
mencukupi setiap kebutuhan warga negara melalui sumber-sumber dana yang sah.
Yang terpenting di antaranya adalah pajak, baik dalam bentuk pajak perorangan,
tanah, atau perdagangan, maupun pajak tambahan lainnya yang ditetapkan bila
sumber-sumber tersebut belum mencukupi.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

Kemiskinan
diartikan sebagai  keadaan dimana terjadi
ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan,pakaian,tempat
tinggal,pendidikan,dan kesehatan.

Kemiskinan
menurut Islam disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya :

1.      Keterbatasan
untuk berusaha

2.      Penindasan

3.      Cobaan
Tuhan

4.      Pelanggaran
terhadap hukum-hukum Tuhan

Ada
beberapa dampak yang ditimbulkan dari adanya kemiskinan yaitu kriminalitas,
kekerasan dalam rumah tangga, perampokan, patologi, dan lain sebagainya. Hal
tersebut terpaksa mereka lakukan karena tuntutan ekonomi,mereka tidak bisa
memenuhi kebutuhan pokok bagi keluarga.

Dalam
mengentaskan kemiskinan,Islam memberikan pesan-pesannya melalui dua pedoman,
yaitu Alquran dan Hadits. , Al-Quran menganjurkan banyak cara yang harus ditempuh,yang
paling mendominsi dan secara garis besarnya yaitu kewajiban bekerja bagi setiap
individu,mengeluarkan zakat,dan peran pemerintah.

Sebagai
manusia yang beragama,hendaknya kita mematuhi dan menjalankan apa yang
diperintahkan Tuhan demi terciptanya kehidupan yang lebih baik,selalu merasa
cukup atas apa yang dimiliki,terhindar dari sifat serakah dan rasa malas
bekerja yang merupakan akar kemiskinan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Kemiskinan Dalam Perspektif al-Qur’an

https://www.youtube.com/watch?v=2TSCLIMK8kw/

http://tugaskuliah15.blogspot.co.id/2015/10/makalah-pandangan-islam-terhadap.html/