Transportasi di Indonesia. Apakah masalah masalah yang terjadi

Transportasi
merupakan sarana perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain baik itu untuk
manusia atau memindahkan barang yang digerakkan oleh manusia itu sendiri
ataupun otomatis dari mesin itu sendiri. Transportasi sendiri dibuat oleh
manusia agar memudahkan kebutuhan sehari hari manusia. Saat ini Negara maju
seperti Jepang, Amerika dll, Menggunakan transportasi Kereta api bawah tanah atau
transportasi yang sudah berbasis online. Masyarakat mereka sudah jarang memakai
kendaraan pribadi karena Pajak yang terlalu tinggi dan lebih banyak menimbulkan
kemacetan dan menjadikan transportasi umum sebagai transportasi sehari hari
mereka.

 

Di
Indonesia seiiring dengan perkembangannya zaman sudah memulai membuat sarana
transportasi baru. Sebut saja Go-jek,Grab,dll. Tetapi hal ini memiliki dampak
terhadap kendaraan umum yang sudah lama. Tentu saja hal ini menjadi masalah
bagi pemerintah dalam mengatur transportasi umum di Indonesia. Banyak pro dan
kontra terhadap adanya transportasi online di Indonesia. Apakah masalah masalah
yang terjadi yang berkaitan dengan kendaraan online? Dan bagaimana pemerintah
mengambil kebijakan terhadap transportasi online di Indonesia?. Begitu banyak
pertanyaan dari berbagai warga.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Munculnya
transportasi online di Indonesia memang memberi dampak yang baik karena memberi
kemudahan,kenyamanan,dan membuka lapangan kerja untuk Indonesia. Tetapi jika
kita melihat kedalam sisi masyarakat yang masih belum bisa menerima perubahan,
hal ini menjadi masalah besar. Keadaan masyarakat yang masih ada yang belum
mengikuti zaman modern ini membuat adanya ketidak seimbangan dalam transportasi
umum di Indonesia. Misalnya saja Supir angkot , ojek, Tukang becak, supir taksi
yang tidak memakai atau mempunyai peralatan yang memadai semakin kurang
penghasilannya. Kejadian seperti unjuk rasa oleh pengendara umum yang offline
pun mulai dibuat. Contohnya seperti 1pada saat Senin, 14 Maret 2016 di dekat Istana Negara.
Ribuan pengendara offline seperti supir taksi,metromini,bajaj melakukan aksi
unjuk rasa terhadap transportasi online. Salah satu perwakilan dari Paguyuban
Pengendara Angkutan Darat (PPAD), Suwardi mengatakan ada sekitar 15 ribu
demonstran yang ikut turun ke jalan untuk menutup transportasi online karena
mengganggu pendapatan pengendara umum lainnya.(Dewi,Santi,2016)

Sebenarnya
Kendaraan berbasis online dan offline bisa bekerja bekerja dan berjalan bersama
karena sama sama sebagai fasilitas transportasi dan hanya berbeda dalam proses
pengangkutannya. Tetapi sampai sekarang pemerintah masih belum bisa mengatur
berjalannya transportasi yang ada di Indonesia. Proses perencanaan transportasi
diperlukan untuk mengatur berjalannya transportasi di Indonesia karena masuknya
transportasi online di Indonesia terjadi tanpa terduga dan tidak ada
perencanaan yang matang untuk mengatur transportasi online ini. Transportasi
online ini juga belum dapat dianggap legal atau illegal karena belum adanya
respon dari pemerintah. Mantan Gubernur Jakarta Basuki
“Ahok” Tjahaja Purnama memberi respon dengan mengatakan pada layanan
berbasis online tersebut untuk tetap membayar pajak sesuai aturan. Setiap
pengusaha angkutan wajib membayar 25 hingga 28 persen dari total pendapatannya
setiap tahun. Yang membuat transportasi online tersebut lebih murah karena
tidak adanya diharuskan membayar pajak dan asuransi dalam layanannya. Sedangkan
transportasi pada umumnya harus membayar pajak dan membayar asuransi untuk
mengikuti aturan menyebabkan harga nya lebih mahal dari transportasi
online(Dewi,Santi2016). Dari hasil rapat Menko Polhukam Luhut Pandjaitan
dengan Menkominfo Rudiantara dan Menhub Ignasius dan para perwakilan aplikasi
berbasis online ini, akhirnya dibuatlah keputusan agar adanya kerja sama  antar perusahaan transportasi berbasis online
dengan perusahaan angkutan lain. Hal ini tampak pada aplikasi GO-JEK yang
selain memberikan jasa antar jemput dengan mobil,motor dari supir GO-JEK nya
sendiri juga memberikan layanan antar-jemput dengan menggunakan taxi Blue
Bird(Maulina,Astri 2016)

 

 

Layanan
Transportasi berbasis online sekarang ini memang banyak diminati dan digunakan
oleh penggunanya. Layanan nya yang simpel dan memberi pelayanan yang nyaman
bagi penggunanya memang menjadi suatu hal positif dari transportasi online ini.
Apalagi dengan adanya transportasi online, pengguna kendaraan pribadi pun
semakin sedikit dan lebih banyak menggunakan transportasi online tersebut.
Tetapi, layanan transportasi online juga memberi dampak bagi pengguna
transportasi umum lainnya. Karena semakin lama, para supir transportasi umum
pun semakin berkurang penghasilannya karena transportasi online. Padahal
sebenarnya mereka bisa berjalan bersama. Seharusnya, pemerintah membuat
kebijakan untuk sarana transportasi online dan offline ini bisa berjalan
bersama. Salah satunya dengan membuat perusahaan transportasi online ini
bekerja sama dengan perusahaan transportasi umum lainnya. Transportasi online
juga harus diilegalkan karena transportasi online ini salah satu cara mengatasi
kemacetan yang ada di berbagai kota besar diindonesia. Mungkin dengan adanya
transportasi online ini kemana-mana menjadi lebih mudah. Transportasi umum yang
biasanya tidak menggunakan layanan berbasis online pun seharusnya bisa mengejar
transportasi online dan memberi layanan yang nyaman. Karena salah satu
kehebatan transportasi online tersebut adalah memberi layanan yang nyaman bagi
penggunanya. Dan alangkah lebih baik bila sarana transportasi di Indonesia
dibuat berbasis online karena lebih mudah dan nyaman.